Header Ads

Pekan Batik Pekalongan 2017

Sepatu Unik di Pekan Batik Nusantara


Selain menjadi ajang pameran batik dari berbagai daerah, event pekan Batik Nusantara juga menjadi ajang  unjuk kreativitas komoditas lain. Salah satunya adalah sepatu berbahan sampah daun yang diproduksi oleh Rozz Craft. Rozi Setyadi, pemilik Rozz Craft mengatakan bahwa dia telah memproduksi sepatu berbahan sampah daun setelah berkali-kali melakukan uji coba. 

"Awalnya saya merasa prihatin melihat banyaknya sampah daun jati yang berserakan, lalu saya coba untuk membuat sesuatu dari sampah-sampah daun tersebut dan jadilah sepatu-sepatu ini," tutur Rozi. "Tak hanya dari daun jati, saya juga memproduksi sepatu dari sampah daun jeruk, daun jambu, daun salam, daun ketapang dan daun tembakau," lanjutnya.
 
Hanya saja produksi sepatu dari sampah daun ini memerlukan waktu yang cukup lama karena masih bergantung pada kondisi cuaca.  "Untuk mengeringkan daun yang sudah direbus, saya hanya mengandalkan sinar matahari dan angin. Saya juga harus bisa memperkirakan berapa lama waktu yang diperlukan agar daun siap di pres. Kalau salah, bisa-bisa hasilnya tidak sempurna saat di pres," ujar Rozi. 

Rozi mengatakan bahwa sepatu produksinya belum bisa diproduksi secara massal karena keterbatasan tenaga dan peralatan. Sepatu dari sampah daun ini juga harus melewati beberapa proses hingga akhirnya menjadi sepatu siap pakai.

Harga yang ditawarkan untuk sepasang sepatu dari sampah daun tersebut cukup terjangkau. Dengan kisaran harga dari 250 ribu hingga 350 ribu saja, kita sudah bisa mendapatkan sepatu unik tersebut. Tertarik untuk membeli?

22 komentar:

  1. wah pinter juga ya memanfaatkan daun sampah untuk bikin sepatu unik hehe

    iya emang kayaknya sulit juga ya perlu di press gitu kalo gagal naanti gaagaal jadi duit juga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kalo kreatif apapun yang ada bisa dijadikan duit, hehe.

      Hapus
  2. sampah bisa jadi sesuatu yang keren begitu
    kreatif banget ya, Mas Rozi Setyadi. Salamin Kak :-D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, sesuatu yang tadinya tak bernilai jadi memiliki nilai..

      Hapus
  3. Perlu waktu lama ya untuk Research and Development nya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya..trial and error untuk mencapai kesempurnaan produk memerlukan waktu yang tidak sebentar

      Hapus
  4. Keren ya dari daun jati jadi sepatu ๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Vita, kreatif memanfaatkan barang yg sdh tdk berharga jadi sesuatu yg bernilai

      Hapus
  5. Kreatif banget mba..itu ko bisa yaa daunnya ndak sobek, d tambahi apa gt yaa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu di press dengan lateks mbak Icha, setelah daun jati direbus dan diangin-anginkan

      Hapus
  6. iih..cakep yaa... Orang kreatif memang selalu adaaa...saja idenya ya mbak.. Salut...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Mechta, cakep banget..sayangnya kemarin nggak ada yg seukuran kakiku, hehe

      Hapus
  7. Kreatif sekali....salut untuk pak Rozi ๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    BalasHapus
  8. Keren ya daun jati bisa dibuat sepatu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Ningrum, nggak cuma daun jati aja sih..banyak daun lain yang bisa dibikin sepatu juga

      Hapus
  9. Balasan
    1. Bisa pesen, loh. Aku punya kartu namanya. Ayo, beli :D

      Hapus
  10. Hohoho... kreatif banget ini idenya.

    BalasHapus
  11. wah.... kreatif juga si mas nya , bisa membuat sepatu dari bahan sampah .. keren dech .....

    BalasHapus
  12. Saya tertarik dengan produknya.
    Adakah kontak yang bisa dihubungi?

    BalasHapus