Header Ads

Pekan Batik Pekalongan 2017

Pekan Batik Nusantara 2016 Resmi Dibuka Hari Ini di Pekalongan

Perhelatan Pekan Batik Nusantara 2016 resmi dimulai pada hari ini, Selasa (04/10), di Kawasan Budaya Jetayu, Kota Pekalongan. Mengusung tema “Kibar Budaya Jelajah Pesona Wastra”, pekan batik yang tahun ini menginjak usia kedelapan diharapkan dapat kian mengokohkan peran batik sebagai bagian dari identitas Tanah Air yang berpotensi mendongkrak perekonomian kreatif.

“Apa yang kita selenggarakan bukan sekadar hura-hura tapi kami ingin batik dari daerah Pekalongan dan sekitarnya bisa kian diperhitungkan di pasar nasional dan internasional,” ujar Achmad Alf Arslan Djunaid, Walikota Pekalongan. “Kami ingin mengangkat perekonomian kreatif dan salah satu cara kami mewujudkannya adalah dalam bentuk pameran ini yang menampilkan hasil kreasi batik, kerajinan, dan seni rakyat yang terbaik.”

Hadir juga memberikan kata-kata sambutan adalah Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dan melihat segerombolan anak-anak sekolah dasar yang tampak bersemangat (“Mereka kayaknya lebih seneng karena nggak sekolah hari ini,” seloroh Pak Ganjar), ia mengungkap untuk meningkatkan apresiasi terhadap warisan bangsa ini dapat dimulai sejak kecil. “Saya inginnya sekali seminggu saja anak-anak sekolah pergi keluar untuk mellihat cara membuat batik atau bisa juga cara menjual batik. Apalagi Pekalongan ini kan terkenal sebagai kota batik.”

Mengamati tren promosional dan branding kini semakin bergeser ke dunia maya, Ganjar bercerita tentang interaksinya bersama seorang pedagang batik saat tengah menjalani musrenbang di Blora. “Dia meminta kita membuat sebuah gedung khusus untuk jual batik, dan saya berpikir, itu bujetnya bisa mahal sekali. Padahal sekarang caranya gampang—“ ia menunjukkan ponselnya—“Anda bisa melakukannya secara online.” Ia pun lantas mengungkap kalau kemeja batik hitam dengan corak flora berwarna merah yang ia kenakan ia beli kainnya secara online dari penjual di Blora.

Sebagai pembicara terakhir, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, lebih menekankan pada pentingnya peran koperasi serta hak cipta (yang kini bisa diproses tanpa biaya dan dalam jangka waktu lebih pendek) dalam membantu menguatkan industri kreatif Nusantara. “Yang pasti Pekan Batik Nusantara ini dapat mempererat NKRI,” katanya. “Saya pergi ke Papua atau ke Manado dan di sana saya melihat orang-orang pakai batik. Menurut saya itu sangat luar biasa.”

Selain itu, acara pembukaan juga dilengkapi dengan performa tarian daerah Wastro Adi persembahan siswi-siswi SMA/SMK Pekalongan binaan Dinas Perhubungan dan Pariwisata Pekalongan, pemberian sertifikasi HKI bagi pemilik koperasi dan UKM, dan diakhiri dengan sesi mewarnai batik motif buketan khas Pekalongan yang bernuansa flora dan fauna oleh para tamu di atas panggung.

Pekan Batik Nusantara 2016 melibatkan 155 stand dan akan berlangsung hingga hari Minggu (09/10) dengan beragam agenda acara menarik seperti fashion show “Mahakarya Batik Pekalongan”, Seminar Nasional “Melindungi dan Mengokohkan Batik di Pentas Dunia”, talkshow “Batik di Era Masa Kini” bersama netizen batik, Pekalongan Batik Karnaval, dan masih banyak lagi.

Tidak ada komentar